Aksi Buruh Paling Mengenaskan

Aksi Buruh Paling Mengenaskan

02/05/2018 Redaksi SATUIndonesia.id JURNALIS: Redaksi SATUIndonesia.id
Biasakan Membaca Sebelum Membagikan

Politisasi Buruh sudah dimulai. Berbagai kepentingan politik partai mulai bermain. Gara-gara pemimpin salah satu organisasi buruh mendukung salah satu calon, jadilah aksi buruh menjadi aksi paling tak beridiologi.

Di tengah-tengah aksi terdengar yel-yel “Jokowi Fasis, Jokowi Fasis, Jokowi Fasis“. Yel-yel ini terdengar sepanjang Aksi. Aksi Buruh menjadi aksi paling aneh. Aksi buruh dimobilisasi untuk menjatuhkan Jokowi bukan untuk mengkritisi kerja-kerja pemerintahan Jokowi.

Meski beberapa organisasi tetap melakukan kritik membangun tapi yel-yel “Jokowi Fasis” lebih membahana di tengah Aksi. Terus terang saya tak ada simpati untuk yel-yel begini. Organisasi buruh yang begini sudah saya tandai dan saya tak bersimpati.

Dua Aksi yang mengerahkan mobilisasi buruh tahun ini, pertama, International Women’s Day di Maret lalu dan hari ini May Day, yel-yel ini sangat menganggu.

Politisasi sangat kentara utk mendukung salah satu calon. Meski masih banyak organisasi dan kelompok lain yang bertugas hanya mengkritisi tugas pemerintahan dan tidak setuju dengan yel-yel yg terdengar tapi apa boleh buat yang kritis kalah suara. Kor-kor yel yel sepanjang jalan lebih terdengar.

Buruh memang sudah terbagi. Buruh tak bisa disatukan dengan banyak isu eksploitasi tapi dengan mudah dipisahkan karena isu politisasi politik partai.

Dengan mengenggam erat tangan menjunjung pujaaan, isu buruhpun digiring dan anehnya buruh yang harusnya kritis hanya menjadi pembeo pada salah satu pimpinan. Naif memang.

Pantas mobilisasi buruh kita tak mempresentasikan kepentingan sebagaian buruh. Banyak yang nyeleneh. Kasihan yang sunggung-sungguh memperjuangkan hak-hak buruh. Hanya karena remeh temeh urusan republik ini, buruhpun tergiring.

Mengecewakan. Belum lagi Amin Rais dan Fadlizon ikut-ikutan Aksi di depan DPR dan ikut ambil panggung orasi.

Kalau tahun depan Amin Rais, Fadlizon dan kelompoknya ikutan, saya yakin aksi buruh betul-betul terpecah dan bisa menyebabkan trauma aksi.

Aksi buruh tidak lagi ditandai dengan aksi-aksi beridiologi dan tegas tapi aksi-aksi rapuh yang digiring oleh kepentingan politik praktis.

Ditulis Oleh: Marhaini Nasution


Biasakan Membaca Sebelum Membagikan

Bijak Berpikir, Ayo Komentari