KENAPA ERA JOKOWI BANYAK PEKERJA ASING?

KENAPA ERA JOKOWI BANYAK PEKERJA ASING?

21/04/2018 Redaksi SATUIndonesia.id JURNALIS: Redaksi SATUIndonesia.id
Biasakan Membaca Sebelum Membagikan

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada KTT ke-13 ASEAN di Singapura bulan November 2007 disepakati peta kebijakan (roadmap) untuk mencapai MEA. Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan membentuk Komite Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA, September 2014 lalu, mendapat apresiasi dari kalangan pengusaha. Pasalnya, Keppres tersebut menjadi semacam harapan untuk bersiap-siap menghadapi MEA 2015.

Mengutip laman setkab.go.id, Presiden SBY pada 1 September 2014 telah menandatangani Keputusan Presiden No. 37 Tahun 2014 tentang Komite Persiapan Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Association of Southeast Asian Nations atau MEA, yang selanjutnya disebut Komite Nasional.

Salah satu keharusan MEA adalah: MEMBEBASAKAN TENAGA KERJA ASING MASUK KE INDONESIA DAN INDONESIA PUN DAPAT BEBAS MENGIRIMKAN TENAGA KERJA KEPADA SELURUH ANGGOTA MEA.

KENAPA CINA MEREBAK DI INDONESIA
– Tenaga kerja dari Cina bersedia untuk menerima upah yang murah, jauh dari UMR/UMP kita.
– Tenaga kerja dari Cina memiliki keahlian lebih baik dengan upah yang cenderung lebih murah.

MENGAPA KITA HARUS RESAH DENGAN TENAGA ASING
Persaingan kerja kini sudah mencapai taraf persaingan global, sebagai bangsa yang dicita-citakan oleh para pendirinya untuk tidak menjadi “BANGSA TEMPE”, kita dididik untuk tidak mudah mengeluh, kita bangsa pekerja keras, sejak masa kejayaan NUsantara, kita terkenal seantero dunia menyebar diberagam benua.

Kita perlu merenungkan, apakah kesalahan ada pada sistem yang diputuskan sebelum era Presiden Jokowi itu atau memang kita yang perlu meningkatkan kapasitas diri kita untuk mampu lebih bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri?


Biasakan Membaca Sebelum Membagikan

Bijak Berpikir, Ayo Komentari